Celaka12.id | Mesir memiliki beragam peluang kerjasama yang menguntungkan dengan Indonesia. Tak hanya di bidang pendidikan, di mana tercatat kurang lebih 15.000 pelajar asal Indonesia menempuh studi di Mesir, namun Mesir juga memiliki peluang lain untuk dijajaki kerjasama, salah satunya sektor ekonomi perbankan syariah.
Hal itu terungkap saat seminar internasional yang berlangsung pada 20 Juni 2024 di Jakarta. Seminar internasional yang bertajuk “Collaborative Frame Work for Holictic Islamic Ecosystem” dimoderatori oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, Abdul Muta’ali.
Selanjutnya dalam sesi dialog, narasumber yang hadir yaitu Deputy Grand Syeikh Al-Azhar, Mohamed Abdl Rahman Al Duweiny dan Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia (BSI), Hery Gunardi saling berbagi praktik baik perihal penelitian terkini industri keuangan syariah dan peluang kerja sama Tri Dharma perguruan tinggi dengan Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.
Pada kesempatan tersebut, Abdul Muta’ali turut menjelaskan peluang dan tantangan, proses, detil tahapan yang harus dilalui untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan Universitas Al Azhar.
“Sejauh ini berbagai kampus besar dunia seperti Harard, Cambridge, dan Oxford telah bekerja sama dengan Universitas Al Azhar, sehingga bukan tidak mungkin Bank Syariah Indonesia memiliki cabang di kampus tersebut. Al Azhar adalah simbol moderatisme, wasathiyyah, dan toleransi pendidikan Islam,” pungkasnya.
Turut hadir di dalam seminar internasional tersebut, Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma’ruf Amin.(*)

