Celaka12.id | Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Bekasi, Ria Sabaria menyebut Duta GenRe terpilih tahun 2024 harus mampu menjadi generasi terdepan yang siap berperan sebagai pelopor perubahan serta mendukung upaya percepatan stunting khususnya di Kabupaten Bekasi.
Mereka juga diharapkan mampu mendukung dalam membentuk karakter bangsa yang berkualitas menuju Generasi Emas di tahun 2045.
Hal itu diungkapkan Ria Sabaria saat menghadiri kegiatan Pemilihan Duta Generasi Berencana (GenRe) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2024, yang diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Bekasi, di Hotel Primebiz, Cikarang Selatan, pada Selasa (4/6/2024).
“Saya merasa bangga melihat finalis Duta GenRe yang telah memaparkan berbagai programnya, tentu untuk yang terpilih nanti harus menjadi inspirasi dan agen perubahan dalam menuntaskan isu-isu strategis di Kabupaten Bekasi,” katanya.
Mengangkat tema “Bersama Duta GenRe Kita Ciptakan Remaja Sehat, Cerdas, Berkarakter dan Berdaya Saing Menuju Generasi Emas 2045”, selaras dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Bekasi menuju Jabar Zero New Stunting. Bahwa Duta GenRe menjadi inspirasi generasi muda untuk memberikan sosialisasi kepada para remaja agar tidak melakukan pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan seks pranikah.
“Kalian juga bisa berperan sebagai penyuluh dan pendidik bagi remaja untuk mensosialisasikan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini dan bahaya narkoba guna merencanakan masa depan lebih baik,” katanya.
Lebih lanjut, Ria mengatakan keberadaan Duta GenRe menjadi ajang pemilihan remaja putra dan putri untuk menjadi figur teladan serta motivator di kalangan remaja yang nantinya berperan memberikan wawasan kepada generasi muda di masa mendatang.
“Manfaatkan pencapaian yang sudah diraih untuk lebih aktif terlibat dalam berbagai program yang berfokus pada pengembangan remaja, dan mengajak generasi mendatang untuk berpatisipasi,” jelasnya.
Ria berharap Duta GenRe terpilih dapat merangkul teman sebaya dalam mengatasi berbagai perbedaan dan mampu menampilkan keberanian menuntaskan isu-isu kritis yang terjadi pada remaja.
Selain itu, program tersebut harus dirancang secara inisiatif dan kreatif sehingga bisa menghadirkan langkah solutif bagi masalah yang ada terkait sosial, ekonomi, dan lingkungan di masa depan.(*)





